SAMPANG — Ada kalanya seseorang pulang bukan sekadar untuk bernostalgia, tetapi untuk berbagi.
Hal itulah yang dilakukan Ketua Umum Komunitas Wartawan Indonesia (KWI), Umar Hayat, saat kembali menginjakkan kaki di Kampung Merapi, Kelurahan Rongtengah, Kabupaten Sampang, Madura, Rabu (7/10/2026) sore.
Kali ini, ia tidak datang dengan tangan kosong. Bersama KWI, Umar membawa armada mobil tangki berisi air bersih untuk dibagikan kepada warga melalui kegiatan sosial bertajuk “Peduli Berbagi Air Bersih.”
Bagi sebagian orang, air mungkin terlihat sederhana. Namun bagi warga yang membutuhkan, beberapa wadah air yang terisi dapat menjadi sesuatu yang sangat berarti untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Lebih dari sekadar bantuan, kedatangan Umar di Kampung Merapi menyimpan cerita personal. Kawasan tersebut merupakan tanah kelahirannya, tempat ia menghabiskan masa kecil hingga dewasa sebelum akhirnya berpindah dan berdomisili di Surabaya.
“Walaupun bantuan ini kecil, setidaknya dapat bermanfaat bagi warga Kampung Merapi. Ini kampung tempat kelahiran saya, tempat saya tumbuh dari kecil hingga dewasa sebelum kami berpindah ke Surabaya,” ujar Umar.
Ada nada haru ketika Umar mengenang masa lalu.
Baginya, warga Kampung Merapi bukan sekadar penerima bantuan. Mereka adalah saudara, tetangga dan orang-orang yang pernah hadir dalam perjalanan hidupnya.
“Walaupun yang kami berikan hanya air bersih, semoga bisa membantu saudara dan tetangga warga Kampung Merapi. Dulu kami pernah berjuang dan tumbuh bersama di sini,” katanya.
Begitu mobil tangki tiba, warga langsung berdatangan membawa ember, jeriken dan berbagai wadah penampungan air. Mereka mengantre dengan tertib untuk mendapatkan air bersih.
Senyum dan ucapan terima kasih pun mengiringi proses pembagian air.
Hilda, salah satu warga yang mewakili masyarakat Kampung Merapi, menyampaikan apresiasinya kepada Umar Hayat dan KWI.
“Kami mewakili warga Kampung Merapi mengucapkan terima kasih kepada Ketua Umum KWI, Bapak Umar Hayat, atas bantuannya. Semoga air ini bermanfaat untuk warga, khususnya masyarakat Merapi. Semoga beliau sukses selalu dan dimudahkan dalam menjalankan tugas sebagai Ketua Umum KWI,” tutur Hilda.
Bagi KWI, kegiatan tersebut bukan sekadar agenda sosial. Ada pesan sederhana yang ingin disampaikan: kepedulian tidak harus menunggu menjadi besar untuk bisa berarti.
Air bersih yang disalurkan mungkin akan habis digunakan dalam hitungan hari. Namun kenangan tentang seseorang yang kembali ke tanah kelahirannya untuk berbagi, diharapkan tetap tinggal di hati masyarakat.
Kegiatan sosial tersebut kemudian ditutup dengan doa bersama.
Di Kampung Merapi, sore itu, sebuah mobil tangki datang membawa air. Tetapi bagi sebagian warga, yang hadir bukan hanya air bersih—melainkan juga rasa persaudaraan, kenangan lama, dan kepedulian dari seseorang yang tidak lupa dari mana dirinya berasal.













