PAMEKASAN —Independen.com. Komunitas Wartawan Indonesia (KWI) mulai memperkuat barisan organisasi dengan menyusun struktur kepengurusan dan pembagian tugas bagi seluruh anggota.
Langkah tersebut dipimpin Abdus Shomad bersama Feri Molyono. Penyusunan struktur dilakukan untuk memastikan setiap anggota memiliki posisi, tugas, dan tanggung jawab yang jelas dalam menjalankan roda organisasi.
Abdus Shomad menegaskan, struktur kepengurusan bukan sekadar formalitas. Setiap nama yang masuk dalam struktur harus memiliki komitmen untuk bekerja dan ikut membesarkan organisasi.
“Tidak ada lagi jalan sendiri-sendiri. Kita berada dalam satu organisasi, maka harus bergerak bersama, saling mendukung dan menjalankan tanggung jawab masing-masing,” tegas Abdus Shomad.
Ia menekankan bahwa kekuatan KWI berada pada kekompakan seluruh anggotanya. Karena itu, komunikasi internal, kedisiplinan dan rasa tanggung jawab menjadi hal yang tidak bisa ditawar.
Sementara itu, Feri Molyono menyampaikan bahwa pembentukan struktur merupakan momentum untuk membangun KWI yang lebih tertata dan solid.
“Kita tidak ingin organisasi hanya memiliki nama dan struktur. Semua harus bergerak. Yang diberikan amanah harus menjalankan tugasnya dan yang menjadi anggota harus ikut menjaga kekompakan,” tegas Feri Molyono.
Menurut Feri, perbedaan pendapat merupakan hal biasa dalam sebuah organisasi. Namun, perbedaan tersebut harus diselesaikan melalui komunikasi dan musyawarah, bukan dengan saling menjatuhkan.
KWI juga mendorong seluruh anggotanya untuk tetap menjunjung tinggi profesionalisme, etika jurnalistik dan integritas dalam menjalankan tugas sebagai insan pers.
Dengan penyusunan struktur yang semakin jelas, KWI menargetkan organisasi dapat bergerak lebih terarah, solid dan mampu membangun sinergi dengan berbagai pihak.
Pesan KWI jelas: satu organisasi, satu semangat, satu barisan—bersatu untuk membangun pers yang profesional dan berintegritas. pungkasnya SALIM NOT NINOT













