Proyek Pagar Labkesmas Rp530 Juta Disorot, Kontraktor Diduga Abaikan Metode Kerja, Beton Sloof Retak

☕ Baca Berita, Jangan Lupa Traktir Kopi
››

Bagikan :
Google Facebook X WhatsApp Telegram Salin tautan

URL berhasil dicopy

SAMPANG, RADAR EXPOSE – Proyek pembangunan pagar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) di Kabupaten Sampang kini tengah menjadi sorotan tajam publik.

Proyek infrastruktur kesehatan yang menelan anggaran ratusan juta rupiah tersebut diduga dikerjakan asal-asalan, hingga memicu keretakan dini pada struktur beton penyangga utama.

Berdasarkan data yang dihimpun di lapangan, proyek yang dibiayai oleh Dana Alokasi Umum (DAU) earmark Tahun Anggaran 2026 ini memiliki nilai kontrak yang cukup fantastis untuk sebuah pagar, yakni sebesar Rp530.716.863.

Pekerjaan tersebut berada di bawah naungan Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes KB) Kabupaten Sampang dengan nomor kontrak 027/3179/YANKES-SDR/434.203/2026 tertanggal 3 September 2026, dan digarap oleh mitra penyedia jasa CV Brahmana Jaya.

Namun, baru sebulan berjalan sejak penandatanganan kontrak, pelaksanaan di lapangan disinyalir mengabaikan standar metode kerja.

Dampaknya langsung terlihat di sisi sebelah selatan bangunan pagar, persis di sebelah timur tiang listrik. Struktur beton sloof yang baru saja mengering terpantau sudah mengalami keretakan yang cukup memprihatinkan.

Investigasi di lokasi proyek pada Kamis (8/10/2026) lalu, menguak adanya indikasi kuat manipulasi atau ketidaksesuaian material campuran beton (cor-coran).

Secara aturan teknis dan Standar Nasional Indonesia (SNI), struktur sloof untuk bangunan pagar idealnya menggunakan mutu beton K-175 hingga K-225 dengan formula perbandingan volume baku 1:2:3 (1 bagian semen : 2 bagian pasir : 3 bagian kerikil/batu pecah).

Pemandangan kontras justru ditemukan di area kerja CV Brahmana Jaya. Komposisi material diduga dioplos dengan perbandingan yang sangat jauh dari standar keselamatan, yakni 1:9:5 (1 bagian semen : 9 bagian pasir : 5 bagian batu cor) dengan menggunakan takaran wadah bekas galon cat tembok kapasitas 20 kg.

Ketidakseimbangan porsi semen yang terlampau minim ini ditengarai menjadi penyebab utama rapuhnya struktur, yang berujung pada penurunan mutu beton secara drastis hingga memicu keretakan fatal.

Tak hanya itu, lebar dan kedalaman lubang angkur besi terpantau sempit dan dangkal.

Sikap abai pelaksana proyek ini kian diperparah oleh minimnya fungsi kontrol di lapangan.

Pihak konsultan pengawas yang seharusnya menjadi benteng utama dalam menjaga mutu kualitas proyek milik negara ini justru terkesan tutup mata.

Saat mencoba dikonfirmasi oleh awak media untuk memberikan klarifikasi teknis perihal keretakan beton sloof dan metode takaran galon cat tersebut, pihak konsultan pengawas memilih tidak merespons.

Upaya konfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp pun hanya berstatus terbaca tanpa ada jawaban sepatah kata pun hingga berita ini ditayangkan.

Publik kini mendesak Dinkes KB Kabupaten Sampang selaku pengguna anggaran proyek untuk segera turun tangan mengevaluasi kinerja CV Brahmana Jaya dan pihak pengawas, sebelum kerugian negara yang lebih besar akibat kegagalan struktur bangunan benar-benar terjadi.

(Acung)

HAK JAWAB
Sampaikan hak jawab dan klarifikasi atas pemberitaan melalui WhatsApp resmi redaksi kami.
Kirim via WhatsApp

Berita Terkait

Diduga Terjerat Skandal Asmara dengan Staf Bidan, Kapus Robatal Bakal Dipanggil Dinkes KB Sampang
Bukan Ujian Sekolah! Dua Kasus Ini Jadi Ujian Nyata Kapolres Pamekasan
JLS Makan Korban: Adu Banteng Scoopy vs L300 Tak Terelakkan, 1 Tewas dan 1 Luka Berat
Diduga Pakai Beton Non-Pabrikan, Proyek Jalan Madupat-Omben Senilai Miliaran Rupiah Disorot
KONI Sampang Bangga, Berharap Muhlis Melaju Pesat Menuju Olimpiade Catur Dunia
Gagal Kelabui Polisi! Dua Pria Jember Dicegat di Torjun, Bawa Sabu Ratusan Juta di Dasbor Mobil
Kasus Anak 12 Tahun di Tlanakan Bergulir ke Pengadilan, Tiga Tersangka Segera Disidangkan
Rp659 Juta Bikin Alis Terangkat, Jawaban Ditunggu Sampai Jempol Keriting!
4,784xDibaca
Acung
PENULIS
Acung

Penulis dan kontributor radarexpose.co.id.

Hoĩry Ørlåndo
EDITOR
Hoĩry Ørlåndo

Editor radarexpose.co.id.

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 08:45 WIB

Diduga Terjerat Skandal Asmara dengan Staf Bidan, Kapus Robatal Bakal Dipanggil Dinkes KB Sampang

Minggu, 11 Oktober 2026 - 07:25 WIB

Bukan Ujian Sekolah! Dua Kasus Ini Jadi Ujian Nyata Kapolres Pamekasan

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 18:04 WIB

JLS Makan Korban: Adu Banteng Scoopy vs L300 Tak Terelakkan, 1 Tewas dan 1 Luka Berat

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 14:42 WIB

Proyek Pagar Labkesmas Rp530 Juta Disorot, Kontraktor Diduga Abaikan Metode Kerja, Beton Sloof Retak

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:52 WIB

KONI Sampang Bangga, Berharap Muhlis Melaju Pesat Menuju Olimpiade Catur Dunia

Baca Berita Terpopuler