Misteri Konsultan Hukum di Balik Dugaan Penolakan Pasien BPJS Puskesmas Banyuanyar

☕ Baca Berita, Jangan Lupa Traktir Kopi
››

Petugas Kesehatan di Ruangan Costumer Service di Pukesmas Banyuanyar tampak fokus bekerja, Jumat (2/10/2026) Foto: Acung/RADAR EXPOSE.

Petugas Kesehatan di Ruangan Costumer Service di Pukesmas Banyuanyar tampak fokus bekerja, Jumat (2/10/2026) Foto: Acung/RADAR EXPOSE.

Bagikan :
Google Facebook X WhatsApp Telegram Salin tautan

URL berhasil dicopy

SAMPANG, RADAR EXPOSE – Forum audiensi yang digelar di Dinas Kesehatan Kabupaten Sampang pada Kamis, 1 Oktober 2026 membuka tabir persoalan baru. Sesi yang awalnya ditujukan untuk membedah kronologi dugaan penolakan pasien jaminan kesehatan nasional (BPJS) tersebut, justru bergeser pada sorotan tajam terkait aspek legalitas dan pembiayaan birokrasi di internal Puskesmas Banyuanyar.

Janggalnya Legalitas Pendamping Hukum

Fokus investigasi publik kini mengarah pada kehadiran seorang konsultan hukum yang mendampingi Kepala Puskesmas Banyuanyar, dr. Lilik Suryani, M.Kes. Berdasarkan bukti awal yang dihimpun di lapangan, konsultan tersebut disinyalir hadir tanpa dibekali dokumen administratif yang sah, seperti Surat Penunjukan, Surat Tugas, maupun Surat Kuasa.

Ketiadaan dokumen pendukung ini memicu sejumlah pertanyaan krusial terkait kepatuhan prosedur administratif:

Keabsahan Mandat: Atas dasar hukum apa konsultan tersebut berbicara dan bertindak mewakili institusi pelayanan publik dalam forum resmi pemerintah?

Sumber Pendanaan: Apabila jasa pendampingan hukum ini bersifat komersial, apakah pengadaannya menggunakan alokasi anggaran operasional Puskesmas atau dana Badan Layanan Umum Daerah (BLUD)?

Otoritas Penunjukan: Apakah kebijakan ini merupakan keputusan mandiri Kepala Puskesmas, atau terdapat instruksi tertulis dari Dinas Kesehatan maupun Pemerintah Kabupaten Sampang?

Kepala Puskesmas Belum Memberikan Keterangan Resmi

Guna memenuhi asas keberimbangan informasi, upaya konfirmasi langsung telah dilakukan dengan mendatangi Puskesmas Banyuanyar pada Jumat, 2 Oktober 2026. Namun, dr. Lilik Suryani belum dapat ditemui dengan alasan sedang memimpin rapat internal yang berlangsung hingga sore hari.

Hingga berita ini diturunkan, baik pihak Puskesmas Banyuanyar maupun Dinas Kesehatan Kabupaten Sampang belum mengeluarkan pernyataan resmi.

Publik kini mendesak adanya transparansi menyeluruh, tidak hanya terkait standardisasi prosedur pelayanan pasien BPJS, tetapi juga akuntabilitas tata kelola birokrasi dan keuangan di fasilitas kesehatan tersebut.

(Acung)

HAK JAWAB
Sampaikan hak jawab dan klarifikasi atas pemberitaan melalui WhatsApp resmi redaksi kami.
Kirim via WhatsApp

Berita Terkait

BIP Santuni Anak Yatim dan Kaum Dhuafa Bersama 3.000 Santri Ponpes Nahdlatut Ta’miliyah
Diduga Terjerat Skandal Asmara dengan Staf Bidan, Kapus Robatal Bakal Dipanggil Dinkes KB Sampang
Bukan Ujian Sekolah! Dua Kasus Ini Jadi Ujian Nyata Kapolres Pamekasan
JLS Makan Korban: Adu Banteng Scoopy vs L300 Tak Terelakkan, 1 Tewas dan 1 Luka Berat
Proyek Pagar Labkesmas Rp530 Juta Disorot, Kontraktor Diduga Abaikan Metode Kerja, Beton Sloof Retak
Diduga Pakai Beton Non-Pabrikan, Proyek Jalan Madupat-Omben Senilai Miliaran Rupiah Disorot
KONI Sampang Bangga, Berharap Muhlis Melaju Pesat Menuju Olimpiade Catur Dunia
Gagal Kelabui Polisi! Dua Pria Jember Dicegat di Torjun, Bawa Sabu Ratusan Juta di Dasbor Mobil
7,819xDibaca
Acung
PENULIS
Acung

Penulis dan kontributor radarexpose.co.id.

Hoĩry Ørlåndo
EDITOR
Hoĩry Ørlåndo

Editor radarexpose.co.id.

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 21:09 WIB

BIP Santuni Anak Yatim dan Kaum Dhuafa Bersama 3.000 Santri Ponpes Nahdlatut Ta’miliyah

Minggu, 11 Oktober 2026 - 08:45 WIB

Diduga Terjerat Skandal Asmara dengan Staf Bidan, Kapus Robatal Bakal Dipanggil Dinkes KB Sampang

Minggu, 11 Oktober 2026 - 07:25 WIB

Bukan Ujian Sekolah! Dua Kasus Ini Jadi Ujian Nyata Kapolres Pamekasan

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 18:04 WIB

JLS Makan Korban: Adu Banteng Scoopy vs L300 Tak Terelakkan, 1 Tewas dan 1 Luka Berat

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 14:42 WIB

Proyek Pagar Labkesmas Rp530 Juta Disorot, Kontraktor Diduga Abaikan Metode Kerja, Beton Sloof Retak

Baca Berita Terpopuler