SAMPANG, RADAR EXPOSE – Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Bahasa Madura tingkat Kabupaten Sampang resmi digelar di UPTD SMPN 4 Sampang, Jalan Kusuma Bangsa, Kecamatan Sampang, Kabupaten Sampang, pada Rabu (30/9/2026).
Ajang bergengsi ini menjadi langkah strategis Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sampang untuk merawat dan melestarikan warisan leluhur di tengah gempuran era digital.
Menjaga Marwah Bahasa Ibu di Era Digital
Plh. Kepala Dinas Pendidikan Sampang, Raden Roro Dewi Trisna, menegaskan bahwa pelestarian bahasa daerah merupakan fondasi utama dalam membangun karakter dan rasa nasionalisme anak bangsa.
“Tujuan besarnya adalah melestarikan budaya daerah, terutama bahasa ibu,” ujar Dewi saat membuka acara.
Ia juga mendorong integrasi budaya lokal ke dalam kegiatan sekolah serta pemanfaatan media sosial agar potensi generasi muda Madura semakin dikenal luas.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Panitia Pelaksana FTBI Sampang, Feri Darmanto Setia Budi, mengingatkan agar generasi muda tidak pernah merasa malu menggunakan bahasa Madura.
“Kita harus bangga! jangan malu menggunakan bahasa Madura,” tegas Feri.
Berdasarkan Surat Keputusan (SK) Gubernur Jatim tahun 2014, bahasa Madura telah ditetapkan sebagai mata pelajaran wajib dari tingkat TK hingga SMP.
Menghadapi tantangan ketergantungan anak pada gawai (gadget), Feri tetap optimistis bahwa inovasi dan tekad kuat dapat menjadi kunci keberhasilan pembiasaan bahasa daerah di lingkungan sehari-hari.
Perebutan Tiket ke Tingkat Provinsi
Ajang seleksi ketat ini diikuti oleh total 204 peserta terbaik dari tingkat kecamatan, yang terdiri atas 80 siswa tingkat SD dan 124 siswa tingkat SMP dari berbagai sekolah negeri maupun swasta.
Terdapat 7 cabang perlombaan yang dipertandingkan dalam festival ini:
- Carakan Madura
- Pidato Bahasa Madura
- Menulis Cerita Pendek (Cerpen)
- Membaca Puisi
- Mendongeng
- Tembang
- Komedi Tunggal
Nantinya, para juara pertama dari setiap cabang lomba berhak melaju mewakili Kabupaten Sampang di ajang FTBI tingkat Provinsi Jawa Timur.
Kompetisi tingkat provinsi tersebut akan mempertemukan perwakilan dari wilayah Madura serta kabupaten lain seperti Probolinggo, Situbondo, dan Bondowoso.
(Acung)













