SAMPANG, RADAR EXPOSE – Proyek peningkatan struktur jalan Madupat – Omben menuai sorotan tajam. Pihak kontraktor pelaksana, CV Sinergi Mitra Andalan, diduga kuat mengabaikan rentetan surat teguran, baik lisan maupun tertulis yang dilayangkan oleh tim konsultan pengawas dari CV Indotama Konsultan.
Ketegangan di lapangan memuncak ketika kontraktor nekat memasang material yang jelas-jelas tidak memenuhi spesifikasi teknis.
Berdasarkan temuan pengawas, terdapat sejumlah saluran air (U-Ditch) polos tanpa merek dalam kondisi retak dan pecah. Tak hanya itu, material agregat penopang jalan yang dikirim ke lokasi juga dinilai menyimpang dari Rencana Anggaran Biaya (RAB).
Fahrizal Dwi Cahyo, Konsultan Pengawas yang akrab disapa Arik, mengungkapkan bahwa pihaknya terpaksa mengambil tindakan tegas dengan memblokir proses pengecoran jalan karena pihak kontraktor mencoba memaksakan kehendak.
“Saya sudah memberikan teguran keras. Kemarin pihak kontraktor sempat memaksa untuk menggelar pengecoran, namun langsung kami tolak mentah-mentah,” ujar Arik dengan nada tegas, Selasa (13/10/2026).
Arik menambahkan, penolakan tersebut didasari oleh pertimbangan teknis yang fatal. Ukuran dimensi agregat yang ada di lokasi saat ini terbukti tidak sinkron dengan dokumen perencanaan.
“Rekomendasi kami jelas: agregat itu harus dibongkar total dan diganti seluruhnya! Kami tidak akan memberikan lampu hijau untuk pengecoran sebelum material pengganti tiba,” tambahnya.
Pihaknya juga menegaskan pentingnya hasil uji laboratorium dan kepastian komposisi material demi menjamin mutu serta daya tahan rabat beton tersebut.
Terkait temuan U-Ditch yang cacat dan diduga diproduksi secara terburu-buru, Arik mengaku telah menegur pihak produsen secara langsung agar tidak lagi mengirimkan produk yang belum matang (mentah) ke area proyek.
Merespons konflik pemakaian material di lapangan, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek tersebut, Sahrul, menyatakan tidak akan tinggal diam. Pihaknya langsung menerjunkan tim khusus untuk mengusut kondisi riil di area rekonstruksi jalan.
“Saya sudah menginstruksikan tim teknis lapangan untuk melakukan inspeksi mendadak (sidak) hari ini atau paling lambat besok pagi,” kata Sahrul saat dikonfirmasi.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kontraktor pelaksana dari CV Sinergi Mitra Andalan memilih bungkam dan enggan memberikan klarifikasi apa pun terkait pemakaian material cacat tersebut.
(Acung)












