Krisis Kekeringan, FSS Salurkan Satu Juta Liter Air Bersih, Sasar 7 Kecamatan

☕ Baca Berita, Jangan Lupa Traktir Kopi
››

Bagikan :
Google Facebook X WhatsApp Telegram Salin tautan

URL berhasil dicopy

SAMPANG, RADAR EXPOSE – Komitmen kemanusiaan terus digaungkan oleh Forum Sampang Sehat (FSS). Menghadapi musim kemarau yang kian panjang, FSS kembali bergerak meluncurkan agenda tahunannya, yakni Program Satu Juta Liter Air Bersih.

Diluncurkan sejak 7 September lalu di Pendopo Trunojoyo, gerakan ini kini semakin masif dan dampaknya kian meluas demi menyelamatkan warga yang dilanda kekeringan.

“Target awal kami adalah menyalurkan satu juta liter air. Namun, melihat kondisi kemarau yang terus memanjang, jumlah ini dipastikan akan melampaui target semula,” ujar Jauzi, Koordinator Program Sejuta Liter Air Bersih FSS, Selasa (13/10).

Hingga hari ini, tim di lapangan telah berhasil mendistribusikan sedikitnya 195 tangki air ke berbagai wilayah terdampak.

Keberhasilan gerakan ini tidak lepas dari sinergi kuat lintas sektor. FSS menggandeng sejumlah mitra strategis, mulai dari Bank Sampang, Pudam Trunojoyo, RSMZ, PT GSM, PT SSS, hingga jaringan rumah sakit swasta dan klinik di seluruh Kabupaten Sampang.

Menariknya, di tengah jalan, langkah FSS mendapat suntikan kepercayaan besar dari SKK Migas dan KKKS wilayah Jaba Nusa. 

Berkat dukungan tambahan ini, wilayah cakupan yang awalnya hanya fokus di 5 kecamatan (Robatal, Kedungdung, Karang Penang, Tambelangan, dan Sreseh), kini resmi diperluas menjadi 7 kecamatan dengan masuknya Kecamatan Banyuates dan Pangarengan.

Tidak hanya warga umum, sasaran distribusi kini juga menyentuh sektor-sektor vital lainnya. FSS mulai merambah ke pondok pesantren, tempat ibadah, hingga lembaga pendidikan yang sangat membutuhkan suplai air bersih.

Untuk memastikan bantuan tepat sasaran, FSS menerapkan sistem pengajuan yang transparan melalui jalur hotline yang disebarkan di berbagai platform media sosial.

“Kami tidak tebang pilih. Siapapun masyarakat yang membutuhkan air bersih tetap harus melalui jalur hotline resmi agar semua tercatat secara urutan data list dan tepat sasaran,” tegas Jauzi.

Saking tingginya antusiasme warga, FSS bahkan terpaksa menutup sementara hotline untuk Kecamatan Kedungdung dan Robatal.

Hal ini dikarenakan kuota droping di kedua wilayah tersebut sudah mengalami overload, di mana untuk Kecamatan Robatal saja bantuan telah menyisir hingga ke 9 desa.

Jauzi pun meminta masyarakat yang sudah masuk dalam daftar antrean untuk sedikit bersabar.

Meski FSS kerap diidentikkan dengan forum bentukan pemerintah (plat merah), ada strategi unik yang mereka terapkan. Mereka sengaja memilih tidak menggunakan armada tangki milik Pemkab Sampang.

Sebagai gantinya, FSS menyewa armada tangki milik para pengusaha lokal yang berada di sekitar titik lokasi distribusi.

Langkah ini sengaja diambil agar program kemanusiaan ini juga memberikan dampak ekonomi langsung bagi warga setempat, sehingga perputaran uang tetap terjadi di area tersebut.

Hingga larut malam, tim relawan FSS dilaporkan terus bergerak tanpa kenal lelah. Salah satu distribusi terbaru sukses menyasar Desa Gunung Kesan di Kecamatan Karang Penang.

FSS berharap program ini dapat terus memberikan manfaat nyata dan meringankan beban masyarakat Sampang di tengah ujian kemarau panjang ini.

(Acung)

Penulis : Acung

Editor : Hoĩry Ørlåndo

Sumber : radarexpose.co.id

HAK JAWAB
Sampaikan hak jawab dan klarifikasi atas pemberitaan melalui WhatsApp resmi redaksi kami.
Kirim via WhatsApp

Berita Terkait

Abaikan Teguran Konsultan, Kontraktor Proyek Jalan Madupat–Omben Nekat Pasang U-Ditch dan Agregat Tak Sesuai Spek
ROKOK MARBOL DISOROT, WHATSAPP SEKRETARIS KWI DIDUGA DIBLOKIR! KETUA KWI SENTIL BEA CUKAI: JANGAN JADI MACAN OMPONG
BIP Santuni Anak Yatim dan Kaum Dhuafa Bersama 3.000 Santri Ponpes Nahdlatut Ta’miliyah
Diduga Terjerat Skandal Asmara dengan Staf Bidan, Kapus Robatal Bakal Dipanggil Dinkes KB Sampang
Bukan Ujian Sekolah! Dua Kasus Ini Jadi Ujian Nyata Kapolres Pamekasan
JLS Makan Korban: Adu Banteng Scoopy vs L300 Tak Terelakkan, 1 Tewas dan 1 Luka Berat
Proyek Pagar Labkesmas Rp530 Juta Disorot, Kontraktor Diduga Abaikan Metode Kerja, Beton Sloof Retak
Diduga Pakai Beton Non-Pabrikan, Proyek Jalan Madupat-Omben Senilai Miliaran Rupiah Disorot
936xDibaca

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 21:14 WIB

Krisis Kekeringan, FSS Salurkan Satu Juta Liter Air Bersih, Sasar 7 Kecamatan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 13:38 WIB

Abaikan Teguran Konsultan, Kontraktor Proyek Jalan Madupat–Omben Nekat Pasang U-Ditch dan Agregat Tak Sesuai Spek

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:22 WIB

ROKOK MARBOL DISOROT, WHATSAPP SEKRETARIS KWI DIDUGA DIBLOKIR! KETUA KWI SENTIL BEA CUKAI: JANGAN JADI MACAN OMPONG

Senin, 12 Oktober 2026 - 21:09 WIB

BIP Santuni Anak Yatim dan Kaum Dhuafa Bersama 3.000 Santri Ponpes Nahdlatut Ta’miliyah

Minggu, 11 Oktober 2026 - 08:45 WIB

Diduga Terjerat Skandal Asmara dengan Staf Bidan, Kapus Robatal Bakal Dipanggil Dinkes KB Sampang

Baca Berita Terpopuler