Abaikan Teguran Konsultan, Kontraktor Proyek Jalan Madupat–Omben Nekat Pasang U-Ditch dan Agregat Tak Sesuai Spek

☕ Baca Berita, Jangan Lupa Traktir Kopi
››

Bagikan :
Google Facebook X WhatsApp Telegram Salin tautan

URL berhasil dicopy

SAMPANG, RADAR EXPOSE – Proyek peningkatan struktur jalan Madupat – Omben menuai sorotan tajam. Pihak kontraktor pelaksana, CV Sinergi Mitra Andalan, diduga kuat mengabaikan rentetan surat teguran, baik lisan maupun tertulis yang dilayangkan oleh tim konsultan pengawas dari CV Indotama Konsultan.

Ketegangan di lapangan memuncak ketika kontraktor nekat memasang material yang jelas-jelas tidak memenuhi spesifikasi teknis.

Berdasarkan temuan pengawas, terdapat sejumlah saluran air (U-Ditch) polos tanpa merek dalam kondisi retak dan pecah. Tak hanya itu, material agregat penopang jalan yang dikirim ke lokasi juga dinilai menyimpang dari Rencana Anggaran Biaya (RAB).

Fahrizal Dwi Cahyo, Konsultan Pengawas yang akrab disapa Arik, mengungkapkan bahwa pihaknya terpaksa mengambil tindakan tegas dengan memblokir proses pengecoran jalan karena pihak kontraktor mencoba memaksakan kehendak.

“Saya sudah memberikan teguran keras. Kemarin pihak kontraktor sempat memaksa untuk menggelar pengecoran, namun langsung kami tolak mentah-mentah,” ujar Arik dengan nada tegas, Selasa (13/10/2026).

Arik menambahkan, penolakan tersebut didasari oleh pertimbangan teknis yang fatal. Ukuran dimensi agregat yang ada di lokasi saat ini terbukti tidak sinkron dengan dokumen perencanaan.

“Rekomendasi kami jelas: agregat itu harus dibongkar total dan diganti seluruhnya! Kami tidak akan memberikan lampu hijau untuk pengecoran sebelum material pengganti tiba,” tambahnya.

Pihaknya juga menegaskan pentingnya hasil uji laboratorium dan kepastian komposisi material demi menjamin mutu serta daya tahan rabat beton tersebut.

Terkait temuan U-Ditch yang cacat dan diduga diproduksi secara terburu-buru, Arik mengaku telah menegur pihak produsen secara langsung agar tidak lagi mengirimkan produk yang belum matang (mentah) ke area proyek.

Merespons konflik pemakaian material di lapangan, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek tersebut, Sahrul, menyatakan tidak akan tinggal diam. Pihaknya langsung menerjunkan tim khusus untuk mengusut kondisi riil di area rekonstruksi jalan.

“Saya sudah menginstruksikan tim teknis lapangan untuk melakukan inspeksi mendadak (sidak) hari ini atau paling lambat besok pagi,” kata Sahrul saat dikonfirmasi.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kontraktor pelaksana dari CV Sinergi Mitra Andalan memilih bungkam dan enggan memberikan klarifikasi apa pun terkait pemakaian material cacat tersebut.

(Acung)

Penulis : Acung

Editor : Hoĩry Ørlåndo

Sumber : radarexpose.co.id

HAK JAWAB
Sampaikan hak jawab dan klarifikasi atas pemberitaan melalui WhatsApp resmi redaksi kami.
Kirim via WhatsApp

Berita Terkait

Krisis Kekeringan, FSS Salurkan Satu Juta Liter Air Bersih, Sasar 7 Kecamatan
ROKOK MARBOL DISOROT, WHATSAPP SEKRETARIS KWI DIDUGA DIBLOKIR! KETUA KWI SENTIL BEA CUKAI: JANGAN JADI MACAN OMPONG
Diduga Terjerat Skandal Asmara dengan Staf Bidan, Kapus Robatal Bakal Dipanggil Dinkes KB Sampang
Bukan Ujian Sekolah! Dua Kasus Ini Jadi Ujian Nyata Kapolres Pamekasan
JLS Makan Korban: Adu Banteng Scoopy vs L300 Tak Terelakkan, 1 Tewas dan 1 Luka Berat
Proyek Pagar Labkesmas Rp530 Juta Disorot, Kontraktor Diduga Abaikan Metode Kerja, Beton Sloof Retak
Diduga Pakai Beton Non-Pabrikan, Proyek Jalan Madupat-Omben Senilai Miliaran Rupiah Disorot
KONI Sampang Bangga, Berharap Muhlis Melaju Pesat Menuju Olimpiade Catur Dunia
2,152xDibaca

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 21:14 WIB

Krisis Kekeringan, FSS Salurkan Satu Juta Liter Air Bersih, Sasar 7 Kecamatan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 13:38 WIB

Abaikan Teguran Konsultan, Kontraktor Proyek Jalan Madupat–Omben Nekat Pasang U-Ditch dan Agregat Tak Sesuai Spek

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:22 WIB

ROKOK MARBOL DISOROT, WHATSAPP SEKRETARIS KWI DIDUGA DIBLOKIR! KETUA KWI SENTIL BEA CUKAI: JANGAN JADI MACAN OMPONG

Minggu, 11 Oktober 2026 - 08:45 WIB

Diduga Terjerat Skandal Asmara dengan Staf Bidan, Kapus Robatal Bakal Dipanggil Dinkes KB Sampang

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 18:04 WIB

JLS Makan Korban: Adu Banteng Scoopy vs L300 Tak Terelakkan, 1 Tewas dan 1 Luka Berat

Baca Berita Terpopuler