ROKOK MARBOL DISOROT, WHATSAPP SEKRETARIS KWI DIDUGA DIBLOKIR! KETUA KWI SENTIL BEA CUKAI: JANGAN JADI MACAN OMPONG

☕ Baca Berita, Jangan Lupa Traktir Kopi
››

Bagikan :
Google Facebook X WhatsApp Telegram Salin tautan

URL berhasil dicopy

PAMEKASAN,, Radar Expose – Polemik rokok Durno Marbol kian memunculkan tanda tanya. Komunitas Wartawan Indonesia (KWI) Pamekasan mengaku mengalami hambatan saat meminta klarifikasi kepada Humas Bea Cukai Madura. Nomor WhatsApp yang digunakan Sekretaris KWI disebut diduga telah diblokir, tetapi hal tersebut belum terverifikasi melalui konfirmasi langsung dari pihak Bea Cukai.

Ketua KWI Pamekasan, Abdus Shomad, S.H., menyayangkan apabila komunikasi untuk memperoleh keterangan resmi justru terhambat. Ia menekankan pentingnya keterbukaan instansi berwenang, terutama ketika publik mempertanyakan dugaan pelanggaran cukai.

“Jangan sampai pengawasan terdengar garang, tetapi ketika publik meminta penjelasan, jawabannya justru menghilang,” menjadi inti kritik KWI yang menyindir kekhawatiran pengawasan menjadi seperti macan ompong.

Sindiran tersebut merupakan kritik terhadap perlunya transparansi, bukan kesimpulan bahwa Bea Cukai Madura telah gagal menjalankan tugasnya.

KWI meminta penjelasan mengenai status permintaan klarifikasi, pemeriksaan rokok Durno Marbol, serta data resmi penindakan rokok ilegal di Pamekasan selama Januari–September 2026.

Legalitas produk yang dipersoalkan tidak dapat dipastikan hanya berdasarkan polemik. Diperlukan pemeriksaan dokumen, pita cukai, dan keterangan resmi dari instansi berwenang.

Di sisi lain, informasi mengenai dugaan pengancaman terhadap seorang perempuan yang disebut terkait dengan pihak dalam polemik tersebut juga masih membutuhkan konfirmasi mengenai status laporan dan penanganannya kepada kepolisian. Persoalan itu harus dipisahkan dari dugaan pelanggaran cukai.

KWI membuka ruang klarifikasi bagi Bea Cukai Madura. Redaksi GarudaPers.com juga menyediakan hak jawab dan koreksi bagi seluruh pihak terkait.

Kini, publik menunggu jawaban konkret. Jika pemeriksaan sudah dilakukan, jelaskan hasilnya. Jika belum, sampaikan statusnya. Sebab, pengawasan bukan sekadar soal kerasnya auman, melainkan bukti kerja, keterbukaan, dan tindak lanjut yang dapat dipertanggungjawabkan.

Jangan sampai polemik terus berputar seperti sinetron panjang, sementara jawaban atas pertanyaan mendasar justru belum ditemukan.

HAK JAWAB
Sampaikan hak jawab dan klarifikasi atas pemberitaan melalui WhatsApp resmi redaksi kami.
Kirim via WhatsApp

Berita Terkait

Krisis Kekeringan, FSS Salurkan Satu Juta Liter Air Bersih, Sasar 7 Kecamatan
Abaikan Teguran Konsultan, Kontraktor Proyek Jalan Madupat–Omben Nekat Pasang U-Ditch dan Agregat Tak Sesuai Spek
Diduga Terjerat Skandal Asmara dengan Staf Bidan, Kapus Robatal Bakal Dipanggil Dinkes KB Sampang
Bukan Ujian Sekolah! Dua Kasus Ini Jadi Ujian Nyata Kapolres Pamekasan
Proyek Pagar Labkesmas Rp530 Juta Disorot, Kontraktor Diduga Abaikan Metode Kerja, Beton Sloof Retak
KONI Sampang Bangga, Berharap Muhlis Melaju Pesat Menuju Olimpiade Catur Dunia
Gagal Kelabui Polisi! Dua Pria Jember Dicegat di Torjun, Bawa Sabu Ratusan Juta di Dasbor Mobil
Kasus Anak 12 Tahun di Tlanakan Bergulir ke Pengadilan, Tiga Tersangka Segera Disidangkan
886xDibaca

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 21:14 WIB

Krisis Kekeringan, FSS Salurkan Satu Juta Liter Air Bersih, Sasar 7 Kecamatan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 13:38 WIB

Abaikan Teguran Konsultan, Kontraktor Proyek Jalan Madupat–Omben Nekat Pasang U-Ditch dan Agregat Tak Sesuai Spek

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:22 WIB

ROKOK MARBOL DISOROT, WHATSAPP SEKRETARIS KWI DIDUGA DIBLOKIR! KETUA KWI SENTIL BEA CUKAI: JANGAN JADI MACAN OMPONG

Minggu, 11 Oktober 2026 - 08:45 WIB

Diduga Terjerat Skandal Asmara dengan Staf Bidan, Kapus Robatal Bakal Dipanggil Dinkes KB Sampang

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 14:42 WIB

Proyek Pagar Labkesmas Rp530 Juta Disorot, Kontraktor Diduga Abaikan Metode Kerja, Beton Sloof Retak

Baca Berita Terpopuler