SAMPANG, RADAR EXPOSE – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sampang, Jawa Timur, terus bergerak cepat tanpa mengenal waktu demi meringankan beban warga yang terdampak krisis air bersih.
Kali ini, armada tangki air bersih dikerahkan langsung menembus kegelapan malam menuju kawasan permukiman warga di Jalan Merapi, Kelurahan Rongtengah, Kabupaten Sampang.
Langkah taktis ini diambil merespons jeritan warga yang kian kesulitan mendapatkan pasokan air untuk kebutuhan dasar sehari-hari. Sebab, beberapa sumur warga mengalami kekeringan tanpa setetes air dan sudah berlangsung sejak Agustus lalu.
Begitu armada tangki air tiba, puluhan warga yang didominasi emak-emak langsung berbondong-bondong keluar rumah memecah keheningan malam.
Mereka berbaris rapi membawa jeriken, ember, hingga bak penampungan air dengan raut wajah penuh harap.
Melihat antrean tersebut, para petugas BPBD dengan sigap dan ramah langsung membantu mengangkat jeriken-jeriken berat milik warga, terutama lansia dan ibu-ibu, ke atas mobil tangki untuk diisi penuh.
Gurat lelah di wajah para petugas yang telah bekerja sejak pagi hari seolah sirna oleh senyum sumringah warga yang akhirnya mendapatkan air bersih.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Sampang, Fajar Arif Taufikurrahman, ST, MT. menegaskan bahwa pelayanan kemanusiaan ini tidak boleh terhambat oleh jam kerja.
“Krisis air bersih ini adalah kebutuhan dasar yang tidak bisa ditunda. Bagi kami, keselamatan dan kenyamanan warga adalah prioritas utama,” tegas Fajar, sapaan akrabnya, saat dikonfirmasi mengenai aksi larut malam tersebut, pada Rabu (7/10/2026).
Distribusi air bersih yang berlangsung hingga larut malam ini menjadi penyejuk di tengah kepasrahan warga.
Fajar juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada semua stakeholder, organisasi non pemerintah, komunitas, dan perorangan yang terlibat dan sudah peduli dalam menyalurkan bantuan air bersih guna meringankan beban penderitaan masyarakat.
“Kami merasa terbantu atas kepedulian semua stakeholder dan elemen masyarakat yang sudah membantu dan sudah peduli atas bencana kekeringan yang menimpa sejumlah desa dan kelurahan. Terima kasih atas kepedulian, dedikasi, dan kolaborasi yang sudah terjalin selama ini,” ucapnya.
Febriani Adelia Putri (24), Salah satu warga Jalan Merapi mengungkapkan rasa haru dan terima kasihnya atas dedikasi luar biasa para petugas di lapangan.
“Kami sudah bingung mau cari air kemana lagi, sumur sudah kering semua. Alhamdulillah, bapak-bapak dari BPBD Sampang datang malam-malam begini. Mereka bahkan tidak segan membantu memanggul jeriken kami yang berat. Benar-benar sangat membantu, Terima kasih bapak Bupati Sampang atas bantuannya,” ucap Adel, sapaan akrabnya, dengan mata berkaca-kaca.
Krisis air bersih akibat kemarau panjang memang masih membayangi sejumlah titik di Kabupaten Sampang.
Pihak BPBD Sampang menghimbau masyarakat yang wilayahnya mulai mengalami kekeringan serupa untuk segera berkoordinasi dengan perangkat desa/kelurahan setempat agar bantuan armada air bersih dapat langsung dijadwalkan secara merata.
(Acung)













