Misteri Dana BUMDes Rp369 Juta di Karangpenang Oloh Sampang: Warga Cari “Kandang Ayam” yang Tak Berwujud

☕ Baca Berita, Jangan Lupa Traktir Kopi
››

Bagikan :
Google Facebook X WhatsApp Telegram Salin tautan

URL berhasil dicopy

SAMPANG, RADAR EXPOSE – Ada yang janggal di Desa Karangpenang Oloh, Kecamatan Karangpenang, Kabupaten Sampang. Di atas kertas, uang rakyat sebesar Rp369.571.000 mengalir deras sebagai penyertaan modal untuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) tahun anggaran 2025.

Konon, uang tersebut disulap menjadi bisnis peternakan ayam. Namun di lapangan, proyek ini bak hantu: gaungnya terdengar, wujudnya tak pernah ada.

Dari total pagu anggaran desa tahun 2025 yang menyentuh angka Rp1,15 miliar, plot dana untuk BUMDes ini tergolong raksasa, hampir sepertiga dari seluruh anggaran desa habis untuk satu pos ini. Wajar jika hari ini masyarakat mulai mengendus aroma tak sedap.

Investigasi sederhana yang dilakukan warga setempat mengonfirmasi adanya jurang pemisah yang lebar antara laporan administrasi dan realita. Ahmad, salah satu warga yang berani bersuara, mengungkap kontradiksi yang terjadi di desanya.

“Katanya dana BUMDes itu dibuat untuk ternak ayam, tapi sampai sekarang saya tidak melihat ada ternak ayam milik desa. Yang ada justru ternak milik masyarakat pribadi,” ketus Ahmad, Minggu (4/10/2026).

Pernyataan Ahmad membuka kotak pandora yang selama ini tertutup rapat. Jika anggaran ratusan juta sudah dicairkan, publik berhak melayangkan pertanyaan-pertanyaan mendasar yang bersifat kasat mata: Di mana lokasi persis kandangnya, berapa ribu ekor jumlah ayam yang dikelola, siapa struktur pengelolanya dan ke mana aliran keuntungan (PADes) mengalir?

Hingga detik ini, pemerintah desa gagal menunjukkan bukti fisik aset, unit usaha, maupun laporan berkala penggunaan modal tersebut kepada warganya sendiri.

Upaya konfirmasi telah dilakukan secara patut kepada Penjabat (Pj) Kepala Desa Karangpenang Oloh, Arif. Sejumlah pertanyaan  mengenai rincian realisasi anggaran, data pengelola, hingga laporan laba-rugi BUMDes telah dilayangkan.

Namun, Arif memilih bungkam seribu bahasa. Tidak ada respons, tidak ada klarifikasi, apalagi pembelaan diri. Sikap diam dari pemangku kebijakan ini justru mempertebal kecurigaan publik: Apakah bungkamnya Pj Desa adalah bentuk kepasrahan, atau upaya menyembunyikan sesuatu yang jauh lebih besar?

Penyertaan modal BUMDes bukanlah dana hibah tanpa pertanggungjawaban, apalagi modal “bakar uang” tanpa hasil. Ini adalah investasi daerah yang menggunakan uang negara, yang regulasinya diatur ketat untuk mendongkrak ekonomi warga desa, bukan memperkaya segelintir oknum.

Kini, bola panas ada di tangan Inspektorat Kabupaten Sampang. Warga tidak butuh lagi sekadar klarifikasi lisan atau tumpukan berkas laporan yang bisa direkayasa. Inspektorat harus segera turun ke lapangan, menghitung fisik aset, dan melakukan audit forensik keuangan. 

Kasus ini harus diusut tuntas agar dana desa yang bernilai ratusan juta rupiah tersebut terang benderang dan jika terbukti ada pidana korupsi, pelakunya harus diseret ke ranah hukum. Uang rakyat tidak boleh menguap begitu saja tanpa jejak.

HAK JAWAB
Sampaikan hak jawab dan klarifikasi atas pemberitaan melalui WhatsApp resmi redaksi kami.
Kirim via WhatsApp

Berita Terkait

BIP Santuni Anak Yatim dan Kaum Dhuafa Bersama 3.000 Santri Ponpes Nahdlatut Ta’miliyah
Diduga Terjerat Skandal Asmara dengan Staf Bidan, Kapus Robatal Bakal Dipanggil Dinkes KB Sampang
Bukan Ujian Sekolah! Dua Kasus Ini Jadi Ujian Nyata Kapolres Pamekasan
JLS Makan Korban: Adu Banteng Scoopy vs L300 Tak Terelakkan, 1 Tewas dan 1 Luka Berat
Proyek Pagar Labkesmas Rp530 Juta Disorot, Kontraktor Diduga Abaikan Metode Kerja, Beton Sloof Retak
Diduga Pakai Beton Non-Pabrikan, Proyek Jalan Madupat-Omben Senilai Miliaran Rupiah Disorot
KONI Sampang Bangga, Berharap Muhlis Melaju Pesat Menuju Olimpiade Catur Dunia
Gagal Kelabui Polisi! Dua Pria Jember Dicegat di Torjun, Bawa Sabu Ratusan Juta di Dasbor Mobil
4,506xDibaca
Raden Mas Wirno
PENULIS
Raden Mas Wirno

Penulis dan kontributor radarexpose.co.id.

Hoĩry Ørlåndo
EDITOR
Hoĩry Ørlåndo

Editor radarexpose.co.id.

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 21:09 WIB

BIP Santuni Anak Yatim dan Kaum Dhuafa Bersama 3.000 Santri Ponpes Nahdlatut Ta’miliyah

Minggu, 11 Oktober 2026 - 08:45 WIB

Diduga Terjerat Skandal Asmara dengan Staf Bidan, Kapus Robatal Bakal Dipanggil Dinkes KB Sampang

Minggu, 11 Oktober 2026 - 07:25 WIB

Bukan Ujian Sekolah! Dua Kasus Ini Jadi Ujian Nyata Kapolres Pamekasan

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 18:04 WIB

JLS Makan Korban: Adu Banteng Scoopy vs L300 Tak Terelakkan, 1 Tewas dan 1 Luka Berat

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 14:42 WIB

Proyek Pagar Labkesmas Rp530 Juta Disorot, Kontraktor Diduga Abaikan Metode Kerja, Beton Sloof Retak

Baca Berita Terpopuler