Proyek SDN Jungcangcang 1: RAB Sudah Bicara, Tinggal Materialnya Mau Ikut atau Tidak

☕ Baca Berita, Jangan Lupa Traktir Kopi
››

Bagikan :
Google Facebook X WhatsApp Telegram Salin tautan

URL berhasil dicopy

PAMEKASAN — Proyek pembangunan SDN Jungcangcang 1 tengah menjadi sorotan. Bukan karena gedungnya terlalu megah, melainkan karena muncul dugaan ketidaksesuaian material dan persoalan keselamatan kerja alias K3.

Kalau benar ukuran besi dan kayu yang digunakan berbeda dengan spesifikasi dalam dokumen pekerjaan, tentu muncul pertanyaan sederhana: yang dibangun ini sekolah atau proyek “versi kira-kira”?

Sebab, RAB, gambar kerja, dan spesifikasi teknis sudah dibuat bukan untuk menjadi koleksi dokumen yang rapi di atas meja. Semua itu merupakan acuan pekerjaan.

Kalau ukuran material sudah ditentukan, ya idealnya ukurannya mengikuti dokumen. Jangan sampai RAB berkata A, material berkata B, sementara publik disuruh menebak siapa yang benar.

Jika benar masih ditemukan pekerja yang tidak menggunakan helm dan rompi keselamatan, persoalannya menjadi semakin menarik. Sebab, di proyek konstruksi, helm bukan aksesori fashion dan rompi keselamatan bukan sekadar pelengkap agar foto proyek terlihat lebih “resmi”.

Keselamatan kerja itu wajib, bukan opsional seperti memilih topping cilok.

Yang lebih penting, proyek tersebut menggunakan anggaran negara. Artinya, masyarakat punya hak untuk bertanya dan mendapatkan penjelasan.

Kalau material memang sesuai spesifikasi, jelaskan dan tunjukkan.

Kalau ada perubahan spesifikasi, jelaskan dasar dan mekanismenya.

Kalau soal K3 sudah diawasi, jelaskan pengawasannya.

Sebab kalau semuanya sudah sesuai, sebenarnya tidak ada alasan untuk alergi terhadap pertanyaan.

Jangan sampai nanti RAB sudah lengkap, gambar kerja sudah lengkap, spesifikasi sudah lengkap, tetapi ketika material datang malah punya pendapat sendiri.

Publik tentu berharap pembangunan sekolah bukan hanya menghasilkan bangunan yang kokoh, tetapi juga proses pekerjaan yang transparan, sesuai aturan, dan mengutamakan keselamatan.

Media ini membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada Kepala SDN Jungcangcang 1, P2SP, Dinas Pendidikan Kabupaten Pamekasan, maupun pihak Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah terkait seluruh temuan dan pertanyaan dalam pemberitaan ini.

Karena pada akhirnya, yang dibangun bukan cuma gedung sekolah.

Jangan sampai anak-anak nanti belajar matematika tentang ukuran, sementara proyek sekolahnya justru mengajarkan bahwa ukuran bisa punya banyak versi.

HAK JAWAB
Sampaikan hak jawab dan klarifikasi atas pemberitaan melalui WhatsApp resmi redaksi kami.
Kirim via WhatsApp

Berita Terkait

Diduga Terjerat Skandal Asmara dengan Staf Bidan, Kapus Robatal Bakal Dipanggil Dinkes KB Sampang
Bukan Ujian Sekolah! Dua Kasus Ini Jadi Ujian Nyata Kapolres Pamekasan
JLS Makan Korban: Adu Banteng Scoopy vs L300 Tak Terelakkan, 1 Tewas dan 1 Luka Berat
Proyek Pagar Labkesmas Rp530 Juta Disorot, Kontraktor Diduga Abaikan Metode Kerja, Beton Sloof Retak
Diduga Pakai Beton Non-Pabrikan, Proyek Jalan Madupat-Omben Senilai Miliaran Rupiah Disorot
KONI Sampang Bangga, Berharap Muhlis Melaju Pesat Menuju Olimpiade Catur Dunia
Gagal Kelabui Polisi! Dua Pria Jember Dicegat di Torjun, Bawa Sabu Ratusan Juta di Dasbor Mobil
Kasus Anak 12 Tahun di Tlanakan Bergulir ke Pengadilan, Tiga Tersangka Segera Disidangkan
7,763xDibaca
Veri Mulyono
PENULIS
Veri Mulyono

Penulis dan kontributor radarexpose.co.id.

Hoĩry Ørlåndo
EDITOR
Hoĩry Ørlåndo

Editor radarexpose.co.id.

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 08:45 WIB

Diduga Terjerat Skandal Asmara dengan Staf Bidan, Kapus Robatal Bakal Dipanggil Dinkes KB Sampang

Minggu, 11 Oktober 2026 - 07:25 WIB

Bukan Ujian Sekolah! Dua Kasus Ini Jadi Ujian Nyata Kapolres Pamekasan

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 18:04 WIB

JLS Makan Korban: Adu Banteng Scoopy vs L300 Tak Terelakkan, 1 Tewas dan 1 Luka Berat

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 14:42 WIB

Proyek Pagar Labkesmas Rp530 Juta Disorot, Kontraktor Diduga Abaikan Metode Kerja, Beton Sloof Retak

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:52 WIB

KONI Sampang Bangga, Berharap Muhlis Melaju Pesat Menuju Olimpiade Catur Dunia

Baca Berita Terpopuler