Musim Hujan di Sampang Diprediksi Mundur ke Desember 2026, Ancaman Ganda El Nino Mengintai

☕ Baca Berita, Jangan Lupa Traktir Kopi
››

Warga Kecamatan Kedungdung, Sampang, mengisi beberapa jerigen air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, beberapa waktu lalu. Foto: Istimewa

Warga Kecamatan Kedungdung, Sampang, mengisi beberapa jerigen air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, beberapa waktu lalu. Foto: Istimewa

Bagikan :
Google Facebook X WhatsApp Telegram Salin tautan

URL berhasil dicopy

SAMPANG, RADAR EXPOSE – Warga Kabupaten Sampang tampaknya harus menahan napas lebih lama di tengah cengkeraman krisis air bersih.

Dampak El Niño kuat dipastikan membuat langit Madura enggan menurunkan hujan hingga Desember 2026, memaksa puluhan desa di wilayah ini bertahan dalam status siaga darurat kekeringan ekstrem.

Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Jawa Timur, Anung Suprayitno, memaparkan bahwa fenomena penundaan cuaca basah ini terjadi secara signifikan akibat anomali iklim global.

“Awal musim hujan di Jawa Timur diprediksi mundur pada Desember 2026,” kata Anung Suprayitno dalam pemaparan resminya pada Selasa (29/9/2026).

Ia menambahkan bahwa penundaan ini tidak terjadi secara seragam. Bahkan, ada wilayah yang mengalami keterlambatan cuaca basah secara ekstrem.

Mundurnya pasokan hujan ini langsung berimbas pada meluasnya krisis air bersih di Pulau Garam.

Berdasarkan data terbaru yang dihimpun dari BPBD Kabupaten Sampang, saat ini tercatat sedikitnya 78 desa yang tersebar di 12 kecamatan di Sampang masuk dalam kategori kering kritis.

Meski hujan terlambat datang, BMKG memperingatkan warga untuk tidak lengah. Ironisnya, ketika kemarau panjang usai, volume air yang dijatuhkan saat musim hujan nanti diprediksi tetap padat.

Lonjakan curah hujan ekstrem ini justru berisiko memicu bencana susulan hidrometeorologi, seperti banjir perkotaan dan tanah longsor di lahan kritis.

“Puncak musim hujan diprediksi Februari 2027 mendatang, di mana curah hujan mulai meningkat sejak Januari, Februari, hingga Maret,” papar Anung mewakili pihak BMKG.

Sementara, Kasi Kedaruratan dan Logistik (KL) BPBD Kabupaten Sampang, Mohammad Hozin, membenarkan bahwa langkah cepat telah diambil untuk mengantisipasi situasi di lapangan.

“Status siaga darurat kekeringan telah diaktifkan untuk menghadapi fenomena kemarau panjang ini,” tegas Mohammad Hozin.

Menyikapi ancaman ganda El Nino, BPBD Sampang bergerak cepat dengan menyiapkan anggaran kedaruratan. Otoritas daerah kini meminta masyarakat untuk saling bekerja sama menghadapi situasi pelik ini.

Warga diimbau untuk tetap bijak dan hemat dalam menggunakan sisa sumber air yang ada saat ini.

Selain itu, masyarakat diminta bersiap melakukan mitigasi dini, seperti membersihkan saluran drainase sebelum volume air ekstrem mengguyur di penghujung tahun.

(Acung)

HAK JAWAB
Sampaikan hak jawab dan klarifikasi atas pemberitaan melalui WhatsApp resmi redaksi kami.
Kirim via WhatsApp

Berita Terkait

BIP Santuni Anak Yatim dan Kaum Dhuafa Bersama 3.000 Santri Ponpes Nahdlatut Ta’miliyah
Diduga Terjerat Skandal Asmara dengan Staf Bidan, Kapus Robatal Bakal Dipanggil Dinkes KB Sampang
Bukan Ujian Sekolah! Dua Kasus Ini Jadi Ujian Nyata Kapolres Pamekasan
JLS Makan Korban: Adu Banteng Scoopy vs L300 Tak Terelakkan, 1 Tewas dan 1 Luka Berat
Proyek Pagar Labkesmas Rp530 Juta Disorot, Kontraktor Diduga Abaikan Metode Kerja, Beton Sloof Retak
Diduga Pakai Beton Non-Pabrikan, Proyek Jalan Madupat-Omben Senilai Miliaran Rupiah Disorot
KONI Sampang Bangga, Berharap Muhlis Melaju Pesat Menuju Olimpiade Catur Dunia
Gagal Kelabui Polisi! Dua Pria Jember Dicegat di Torjun, Bawa Sabu Ratusan Juta di Dasbor Mobil
10,368xDibaca
Acung
PENULIS
Acung

Penulis dan kontributor radarexpose.co.id.

Hoĩry Ørlåndo
EDITOR
Hoĩry Ørlåndo

Editor radarexpose.co.id.

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 21:09 WIB

BIP Santuni Anak Yatim dan Kaum Dhuafa Bersama 3.000 Santri Ponpes Nahdlatut Ta’miliyah

Minggu, 11 Oktober 2026 - 08:45 WIB

Diduga Terjerat Skandal Asmara dengan Staf Bidan, Kapus Robatal Bakal Dipanggil Dinkes KB Sampang

Minggu, 11 Oktober 2026 - 07:25 WIB

Bukan Ujian Sekolah! Dua Kasus Ini Jadi Ujian Nyata Kapolres Pamekasan

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 18:04 WIB

JLS Makan Korban: Adu Banteng Scoopy vs L300 Tak Terelakkan, 1 Tewas dan 1 Luka Berat

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 14:42 WIB

Proyek Pagar Labkesmas Rp530 Juta Disorot, Kontraktor Diduga Abaikan Metode Kerja, Beton Sloof Retak

Baca Berita Terpopuler