Tekan Ketergantungan Impor, PT Garam Kaji Pembangunan Pabrik MVR di Sampang

☕ Baca Berita, Jangan Lupa Traktir Kopi
››

Bagikan :
Google Facebook X WhatsApp Telegram Salin tautan

URL berhasil dicopy

SAMPANG, RADAR EXPOSE – Kabupaten Sampang, Jawa Timur, kini menjadi sorotan utama dalam peta industrialisasi garam nasional. Potensi besar di wilayah ini menarik minat investor asing asal China dan Uni Emirat Arab untuk berinvestasi dalam pembangunan pabrik pengolahan garam modern atau Pabrik Garam MVR.

Program hilirisasi yang telah mengantongi restu Danantara ini melirik Sampang karena dua alasan utama: kesiapan lahan seluas 1.700 hektare serta efisiensi jalur logistik yang strategis menuju pasar industri di Pulau Jawa.

Menanggapi kabar masuknya investor tersebut, Sekretaris Perusahaan PT Garam, Indra Kurniawan, menegaskan bahwa hingga kini belum ada ikatan kerja sama resmi ataupun penetapan mitra final.

Menurutnya, proses yang berjalan masih berada pada tahap penjajakan dan kajian awal bersama sejumlah calon mitra strategis.

“Fokus utama kami bukan dari mana asal investornya, melainkan kepastian bahwa investasi ini benar-benar memberikan manfaat bagi daerah, mematuhi regulasi yang berlaku, serta memperkuat industri garam nasional,” ujar Indra, Sabtu (26/9/2026).

Rencana besar ini disambut positif oleh jajaran pemerintah daerah dan DPRD Kabupaten Sampang. Bupati Sampang, H. Slamet Junaidi, menyatakan dukungannya karena kehadiran industri skala besar diyakini mampu mendongkrak perekonomian masyarakat pesisir.

“Kami memberikan dukungan penuh terhadap investasi ini. Harapan besar kami, keberadaan industri garam baru ini mampu membuka lapangan kerja luas dan mendongkrak kesejahteraan masyarakat pesisir Sampang secara nyata,” tegas Slamet Junaidi.

Hal senada disampaikan oleh Ketua Komisi II DPRD Sampang, Alan Kaisan. Ia menegaskan bahwa pihak legislatif siap mempermudah perizinan dan regulasi agar investasi ini dapat menyerap banyak tenaga kerja lokal serta menyejahterakan para petani garam.

“Legislatif sangat mendorong investor masuk dan kami siap mempermudah seluruh regulasi demi membantu petani serta menyerap tenaga kerja lokal,” ujar Alan.

Pabrik yang direncanakan ini akan menggunakan teknologi MVR (Mechanical Vapor Recompression atau Rekompresi Uap Mekanis). Teknologi canggih ini bekerja sebagai pompa kalor dan kristalisator evaporatif otomatis untuk memisahkan air dari larutan garam secara cepat dan hemat energi.

Dengan sistem MVR, proses produksi garam industri tidak lagi bergantung pada cuaca atau panas matahari seperti metode konvensional. Seluruh proses kristalisasi dikontrol secara penuh oleh mesin modern berbasis kompresor uap.

Melalui langkah strategis ini, PT Garam optimistis kebutuhan garam spesifikasi tinggi untuk sektor pangan dan kimia dalam negeri dapat terpenuhi secara mandiri, sekaligus membawa Indonesia menuju swasembada garam.

(Acung)

HAK JAWAB
Sampaikan hak jawab dan klarifikasi atas pemberitaan melalui WhatsApp resmi redaksi kami.
Kirim via WhatsApp

Berita Terkait

BIP Santuni Anak Yatim dan Kaum Dhuafa Bersama 3.000 Santri Ponpes Nahdlatut Ta’miliyah
Diduga Terjerat Skandal Asmara dengan Staf Bidan, Kapus Robatal Bakal Dipanggil Dinkes KB Sampang
Bukan Ujian Sekolah! Dua Kasus Ini Jadi Ujian Nyata Kapolres Pamekasan
JLS Makan Korban: Adu Banteng Scoopy vs L300 Tak Terelakkan, 1 Tewas dan 1 Luka Berat
Proyek Pagar Labkesmas Rp530 Juta Disorot, Kontraktor Diduga Abaikan Metode Kerja, Beton Sloof Retak
Diduga Pakai Beton Non-Pabrikan, Proyek Jalan Madupat-Omben Senilai Miliaran Rupiah Disorot
KONI Sampang Bangga, Berharap Muhlis Melaju Pesat Menuju Olimpiade Catur Dunia
Gagal Kelabui Polisi! Dua Pria Jember Dicegat di Torjun, Bawa Sabu Ratusan Juta di Dasbor Mobil
4,432xDibaca
Acung
PENULIS
Acung

Penulis dan kontributor radarexpose.co.id.

Hoĩry Ørlåndo
EDITOR
Hoĩry Ørlåndo

Editor radarexpose.co.id.

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 21:09 WIB

BIP Santuni Anak Yatim dan Kaum Dhuafa Bersama 3.000 Santri Ponpes Nahdlatut Ta’miliyah

Minggu, 11 Oktober 2026 - 08:45 WIB

Diduga Terjerat Skandal Asmara dengan Staf Bidan, Kapus Robatal Bakal Dipanggil Dinkes KB Sampang

Minggu, 11 Oktober 2026 - 07:25 WIB

Bukan Ujian Sekolah! Dua Kasus Ini Jadi Ujian Nyata Kapolres Pamekasan

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 18:04 WIB

JLS Makan Korban: Adu Banteng Scoopy vs L300 Tak Terelakkan, 1 Tewas dan 1 Luka Berat

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 14:42 WIB

Proyek Pagar Labkesmas Rp530 Juta Disorot, Kontraktor Diduga Abaikan Metode Kerja, Beton Sloof Retak

Baca Berita Terpopuler