Tolak Gugurkan Kandungan, Wanita di Pangarengan Sampang Diduga Dianiaya Suami Siri hingga Lapor Polisi

☕ Baca Berita, Jangan Lupa Traktir Kopi
››

Bagikan :
Google Facebook X WhatsApp Telegram Salin tautan

URL berhasil dicopy

SAMPANG, RADAR EXPOSE – Seorang perempuan berinisial SS (31), warga Kecamatan Pangarengan, Kabupaten Sampang, terpaksa menempuh jalur hukum.

Ia resmi melaporkan suami sirinya, MS, ke Polres Sampang atas dugaan tindakan penganiayaan berat.

Laporan resmi tersebut telah teregistrasi dengan Nomor : LP/B/307/IX/2026/SPKT/POLRES SAMPANG/POLDA JAWA TIMUR, tertanggal 21 September 2026.

Dalam keterangannya, SS membeberkan kronologi di balik prahara rumah tangganya.

konflik bermula dari masalah kehamilannya. MS mendesak agar janin di dalam kandungannya digugurkan (Aborsi), namun SS dengan tegas menolak permintaan tidak manusiawi tersebut.

Penolakan inilah yang kemudian menyulut pertengkaran hebat hingga berujung pada aksi kekerasan fisik pertama yang dialaminya.

Penderitaan korban ternyata tidak berhenti di situ. SS mengaku bahwa dirinya sudah berulang kali menjadi korban kekerasan psikis maupun fisik selama menjalani hubungan siri.

Puncaknya kembali terjadi pada Senin, 21 September 2026, yang akhirnya mendorong SS untuk mencari keadilan ke pihak berwajib.

Dalam kesaksiannya,SS mengungkapkan kekejaman yang diterimanya secara beruntun. Ia sempat ditampar dan dicekik oleh terlapor.

Tak berhenti di rumah, dugaan penganiayaan itu kembali berlanjut saat keduanya sedang dalam perjalanan mengendarai mobil menuju Pamekasan.

Di dalam kendaraan, SS mengaku kembali dipukul, dicekik, dan ditampar berulang kali.

Setelah berhasil kembali ke Sampang, SS langsung mendatangi Markas Polres Sampang untuk melaporkan tindakan keji suami sirinya tersebut.

Di sisi lain, pihak kepolisian melalui Polres Sampang membenarkan adanya laporan terkait dugaan kasus penganiayaan ini.

Kepolisian menegaskan bahwa laporan dari SS akan segera ditindaklanjuti sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku.

Dalam waktu dekat, baik pelapor selaku korban maupun pihak terlapor akan dipanggil untuk dimintai keterangan lebih lanjut guna mengusut tuntas peristiwa ini.

(Acung)

HAK JAWAB
Sampaikan hak jawab dan klarifikasi atas pemberitaan melalui WhatsApp resmi redaksi kami.
Kirim via WhatsApp

Berita Terkait

BIP Santuni Anak Yatim dan Kaum Dhuafa Bersama 3.000 Santri Ponpes Nahdlatut Ta’miliyah
Diduga Terjerat Skandal Asmara dengan Staf Bidan, Kapus Robatal Bakal Dipanggil Dinkes KB Sampang
Bukan Ujian Sekolah! Dua Kasus Ini Jadi Ujian Nyata Kapolres Pamekasan
JLS Makan Korban: Adu Banteng Scoopy vs L300 Tak Terelakkan, 1 Tewas dan 1 Luka Berat
Proyek Pagar Labkesmas Rp530 Juta Disorot, Kontraktor Diduga Abaikan Metode Kerja, Beton Sloof Retak
Diduga Pakai Beton Non-Pabrikan, Proyek Jalan Madupat-Omben Senilai Miliaran Rupiah Disorot
KONI Sampang Bangga, Berharap Muhlis Melaju Pesat Menuju Olimpiade Catur Dunia
Gagal Kelabui Polisi! Dua Pria Jember Dicegat di Torjun, Bawa Sabu Ratusan Juta di Dasbor Mobil
5,281xDibaca
Acung
PENULIS
Acung

Penulis dan kontributor radarexpose.co.id.

Hoĩry Ørlåndo
EDITOR
Hoĩry Ørlåndo

Editor radarexpose.co.id.

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 21:09 WIB

BIP Santuni Anak Yatim dan Kaum Dhuafa Bersama 3.000 Santri Ponpes Nahdlatut Ta’miliyah

Minggu, 11 Oktober 2026 - 08:45 WIB

Diduga Terjerat Skandal Asmara dengan Staf Bidan, Kapus Robatal Bakal Dipanggil Dinkes KB Sampang

Minggu, 11 Oktober 2026 - 07:25 WIB

Bukan Ujian Sekolah! Dua Kasus Ini Jadi Ujian Nyata Kapolres Pamekasan

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 18:04 WIB

JLS Makan Korban: Adu Banteng Scoopy vs L300 Tak Terelakkan, 1 Tewas dan 1 Luka Berat

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 14:42 WIB

Proyek Pagar Labkesmas Rp530 Juta Disorot, Kontraktor Diduga Abaikan Metode Kerja, Beton Sloof Retak

Baca Berita Terpopuler