Dari Warga ke Warga: Tegaskan! Lapa Laok Butuh Pemimpin, Bukan Penguasa

☕ Baca Berita, Jangan Lupa Traktir Kopi
››

ILUSTRASI - Suasana pertemuan warga Desa Lapa Laok, Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep, menjelang Pilkades. Dari warga ke warga, mereka menegaskan satu sikap Lapa Laok butuh pemimpin yang mendengar, bukan penguasa yang menekan

ILUSTRASI - Suasana pertemuan warga Desa Lapa Laok, Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep, menjelang Pilkades. Dari warga ke warga, mereka menegaskan satu sikap Lapa Laok butuh pemimpin yang mendengar, bukan penguasa yang menekan

Bagikan :
Google Facebook X WhatsApp Telegram Salin tautan

URL berhasil dicopy

SUMENEP || Pesan itu menyebar cepat dari warga ke warga di Desa Lapa Laok, Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep. Menjelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades), sikap warga kini bulat dan tegas, Lapa Laok butuh pemimpin, bukan penguasa.

Gelombang harapan akan perubahan itu terasa kuat sejak Jumat (05/09/2026). Warga tidak lagi bicara soal siapa yang akan maju, melainkan soal karakter kepemimpinan seperti apa yang harus hadir ke depan. Jawabannya adalah pemimpin yang melayani, bukan yang menekan.

Bagi masyarakat Lapa Laok, Pilkades bukan sekadar ajang pergantian sosok kepala desa. Ini adalah momentum untuk menentukan arah baru pembangunan dan masa depan desa yang lebih berpihak kepada rakyat.

“Kami tidak ingin ribut dengan siapa pun. Kami hanya ingin perubahan. Yang kami butuhkan itu pemimpin yang dekat dengan masyarakat dan mau mendengar suara warga, bukan penguasa yang ditakuti warga,” tegas salah seorang warga.

Pesan senada disampaikan warga lainnya. Mereka menginginkan Pilkades yang benar-benar demokratis, jujur, transparan, dan bebas dari segala bentuk tekanan, agar masyarakat bisa memilih sesuai hati nurani.

“Jangan sampai masyarakat takut menyampaikan pendapat. Pilkades adalah hak warga. Kami ingin memilih pemimpin berdasarkan kemampuan dan rekam jejak, bukan karena tekanan atau kepentingan tertentu. Dari warga ke warga kami tegaskan, kami butuh pemimpin, bukan penguasa,” ungkapnya.

Identitas para narasumber dalam tulisan ini sengaja tidak dicantumkan demi melindungi keselamatan, kenyamanan, dan kebebasan mereka dalam menyampaikan aspirasi. Hal ini dilakukan untuk menghindari potensi intimidasi maupun tekanan dari pihak-pihak tertentu.

Namun, dari suara-suara yang disamarkan itu, satu benang merah terlihat jelas, masyarakat Lapa Laok sedang bersatu mengevaluasi kepemimpinan dan ingin memastikan Pilkades berjalan tanpa rasa takut.

Pilkades semestinya menjadi ruang merdeka bagi rakyat. Sebab perubahan tidak akan pernah lahir dari kekuasaan yang menekan, tetapi dari keberanian warga menggunakan hak pilihnya.

Kini pertanyaannya bukan lagi siapa yang akan maju, melainkan siapa yang mampu menjadi pemimpin yang sesungguhnya bagi Lapa Laok, bukan sekadar menjadi penguasa.

Pilkades semakin dekat. Suara warga akan menjadi penentu.

HAK JAWAB
Sampaikan hak jawab dan klarifikasi atas pemberitaan melalui WhatsApp resmi redaksi kami.
Kirim via WhatsApp

Berita Terkait

Diduga Terjerat Skandal Asmara dengan Staf Bidan, Kapus Robatal Bakal Dipanggil Dinkes KB Sampang
Bukan Ujian Sekolah! Dua Kasus Ini Jadi Ujian Nyata Kapolres Pamekasan
Proyek Pagar Labkesmas Rp530 Juta Disorot, Kontraktor Diduga Abaikan Metode Kerja, Beton Sloof Retak
KONI Sampang Bangga, Berharap Muhlis Melaju Pesat Menuju Olimpiade Catur Dunia
Gagal Kelabui Polisi! Dua Pria Jember Dicegat di Torjun, Bawa Sabu Ratusan Juta di Dasbor Mobil
Kasus Anak 12 Tahun di Tlanakan Bergulir ke Pengadilan, Tiga Tersangka Segera Disidangkan
Rp659 Juta Bikin Alis Terangkat, Jawaban Ditunggu Sampai Jempol Keriting!
Satu Dekade Tanpa Pajak, Toko Emas di Bangkalan Didemo APMP Jatim ke Polda
720xDibaca
Hoĩry Ørlåndo
PENULIS
Hoĩry Ørlåndo

Penulis dan kontributor radarexpose.co.id.

Hoĩry Ørlåndo
EDITOR
Hoĩry Ørlåndo

Editor radarexpose.co.id.

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 08:45 WIB

Diduga Terjerat Skandal Asmara dengan Staf Bidan, Kapus Robatal Bakal Dipanggil Dinkes KB Sampang

Minggu, 11 Oktober 2026 - 07:25 WIB

Bukan Ujian Sekolah! Dua Kasus Ini Jadi Ujian Nyata Kapolres Pamekasan

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 14:42 WIB

Proyek Pagar Labkesmas Rp530 Juta Disorot, Kontraktor Diduga Abaikan Metode Kerja, Beton Sloof Retak

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:52 WIB

KONI Sampang Bangga, Berharap Muhlis Melaju Pesat Menuju Olimpiade Catur Dunia

Jumat, 9 Oktober 2026 - 17:15 WIB

Gagal Kelabui Polisi! Dua Pria Jember Dicegat di Torjun, Bawa Sabu Ratusan Juta di Dasbor Mobil

Baca Berita Terpopuler